POKOK-POKOK PIKIRAN PENERAPAN TEKNIK BEHAVIORAL COUNSELING

15 09 2009

TEKNIK BEHAVIORAL COUNSELINGTeori Dasar
1. Classical conditioning (Ivan P. Pavlov, John B. Watson, Joseph Wolpe)
2. Operant conditioning (Skinner)
3. Social learning (Albert Bandura)

Hakekat manusia
1. Manusia tidak dipandang secara instrinsik bisa baik atau buruk, tetapi melalui pengalaman, organisme mempunyai potensi untuk semua jenis tingkahlaku.
2. Manusia dapat mengkonsepkan dan sekaligus mengontrol tingkahlaku sendiri.
3. Manusia dapat mengembangkan tingkah laku baru.
4. Manusia dapat mempengaruhi tingkahlaku orang lain, begitu sebaliknya dapat dipengaruhi tingkahlaku orang lain.

Hakekat Masalah
1. Tingkahlaku maladaptif manusia merupakan hasil belajar.
2. Implikasi 1, sebenarnya tak ada tingkahlaku maladaptif, yang ada adalah tingkahlaku tepat (appropriate) atau tak tepat (inappropriate).
3. Implikasi 2, setiap tingkah laku membawa kepuasan atau sebaliknya ketidakpuasan. Tingkahlaku yang membawa ketidakpuasan merupakan masalah.
4. Dalam memandang masalah, dipakai hukum dasar behavioral yaitu hubungan stimulus dan respon.
5. Secara umum, masalah adalah “belajar secara salah”.

Proses dan Tujuan
Konseling behavioral menekankan pada tujuan ketimbang proses. Proses dirancang sesuai dengan tujuannya. Namun, sebagai patokan, ada enam langkah dasar yang diikuti dalam konseling behavioral:
1. Mengidentifikasi dan menyatakan tingkahlaku yang hendak diubah dalam istilah operasional.
2. Menentukan baseline dari tingkahlaku target yang diinginkan.
3. Menyusun situasi yang memungkinkan tingkahlaku target terjadi.
4. Mengidentifikasi stimulus atau peristiwa reinforcing yang potensial bagi tingkahlaku yang dipelajari.
5. Mereinforce tingkahlaku target yang diinginkan yang ditampilkan klien.
6. Mengevaluasi efek prosedur treatment.

Tujuan konseling seharusnya dirancang oleh klien, namun sebagai patokan secara umum konseling dimaksudkan untuk:
1. Mengubah tingkahlaku maladaptif klien melalui konseling;
2. Membantu klien mempelajari proses pengambilan keputusan yang lebih efisien;
3. Mencegah timbulnya masalah di kemudian hari;
4. Memecahkan masalah perilaku khusus yang dialami klien;
5. Mencapai perubahan tingkahlaku yang diterjemahkan ke dalam perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Peran dan Fungsi Konselor
1. Utama: (a) mengajar, (b) memberikan reinforcement kepada klien yang mengembangkan perilaku baru, (c) dalam belajar sosial, sebagai model.
2. Tambahan: (a) mengajar partisipan tentang proses , (b) membantu klien mengembangkan tujuan khusus dan jelas, (c) memberi gambaran betapa luasnya jalan yang bisa ditempuh untuk mencapai suatu tujuan, (d) mengajar klien untuk membawa rencana yang dibuat dalam ke dalam kehidupan sehari-hari, dan (e) mengevaluasi teknik yang digunakan.

Teknik-Teknik Konseling
1. Desensitisasi Sistematis
• Dasar: classical conditioning (Wolpe, Pavlov, Watson)
• Masalah klien: kecemasan

2. Latihan Asertif (Ketegasan)
• Dasar: Social Skills (Alberti & Emmons)
• Masalah klien:
– orang tak dapat mengekspresikan kemarahannya
– orang yang tak bisa mengatakan “tidak”
– orang yang terlampau sopan dan selalu ingin menyenangkan orang lain
– orang yang susahmenyatakan perasaan dan respon-respon positif terhadap orang lain
– orang yang merasa tak memiliki hak untuk menyatakan pikiran, keyakinan, dan perasaannya.

3. Pengelolaan Diri (Self Management)
• Dasar: Cognitive behavior therapy
• Masalah klien:
– bagaimana mengontrol diri untuk merokok, minum minuman keras, narkoba,
– bagaimana mengelola waktu belajar
– bagaimana mengelola makan (kasus kegemukan).

4. Percontohan (Modeling)
• Dasar: Social Learning (Albert Bandura)
• Masalah:
– belajar perilaku baru
– memperkuat perilaku yang lemah

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: